Pendidikan Geografi Di Indonesia Menuju Pembentukan Karakter Bangsa

10:43 AM



PENDIDIKAN GEOGRAFI DI INDONESIA MENUJU PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

Oleh: Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S.
Fakultas Geografi UGM




Ketika Geografi Indonesia sudah tidak dikenalkan kepada bangsa Indonesia secara menyeluruh, yang paling dulu terjadi adalah buta wilayah dan/atau ketidakpedulian terhadap wilayah Indonesia yang berakhir pada kehilangan identitas diri (karakter bangsa). Sebab pada hakekatnya , geografi Indonesia menjadi induk ibu pertiwi (sentral) dan perisai diri dalam setiap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Seluruh wilayah Indonesia, kecuali yang telah dikuasai oleh penjajah lain seperti bangsa Jepang, Portugis, dan Inggris. Cara-cara yang digunakan untuk mendapatkan simpati raja-raja di Indonesia adalah dengan cara memihak yang lemah, dan dengan cara liciknya akan memberikan batuan asal ada upahnya yang berupa sebidang lahan. Bangsa Indonesia tidak sadar oleh tipu daya penjajah Belanda karena cara yang digunakan sepertinya betul-betul membantu padahal senjata yang digunakan adalah politik “memecah belah” dan/atau “adu domba” dan/atau “kambing hitam” dan/atau “sapi perahan” dan masih banyak lagi tipu muslihat yang dimilikinya.

Sejarah (kuno) menunjukkan bahwa pada abad XII pada zaman keemasan Kerajaan Singasari (Jawa Timur) yang dipimpin oleh Sang Raja Kertanegara telah dapat menyatukan “Wilayah Nusantara” (Negarakertagama Canto 42) yang meliputi Malaysia, Champochea, China (Champa), Philipina, dan sekitarnya. Surutnya Kerajaan Singasari kemudian diteruskan oleh Kerajaan Majapahit Yang dipimpin oleh Sang Raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gadjah Mada (dengan ketenaran dalam Sumpah Palapa), walaupun tidak seluas “Wilayah Nusantara”, pengaruh budaya Kerajaan Majapahit masih membawa keharuman dan kewibawaan Bangsa Indonesia. Apabila diambil hikmahnya pemikiran kedua Raja Besar tersebut telah menjangkau wilayah geografi (Wilayah Nusantara) sebagai satu kesatuan budaya dengan tujuan membentuk karakter bangsa Indonesia. Surutnya Kerajaan Majapahit berdiri Kerajaan Mataram, bangsa Indonesia dapat dikuasai oleh penjajah asing, mulailah terpecah-pecah, terkotak-kotak, dan terkoyak-koyak oleh penjajahan Kolonialis Belanda. Dengan daya tipunya yang hebat Mataram dipecah menjadi dua, yaitu Mataram Surakarta Hadiningrat dan Mataram Ngayogyokarta Hadiningrat (pada abad XVII atau Tahun 1755). 

Wilayah geografi Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda telah terpetak-petak, sedikit demi sedikit, sejengkal demi sejengkal dikuasai dengan cara sebagai upah atau pengganti atas kebaikannya dalam memberikan bantuan untuk dapat mengalahkan saudaranya (bangsa) sendiri. Belanda berhasil memecah belah wilayah geografi Indonesia untuk merusak jati diri (karakter) bangsa Indonesia. Akhirnya pihak Belanda dapat menguasai. 

Peneliti adalah Guru besar di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM)

Artikel selengkapnya bisa didownload disiniProfil Peneliti klik disini.
Previous
Next Post »
0 Komentar